Sunday, 10 September 2017

Pekanbaru, Kota Seribu Kenangan



Masa-masa kuliah
Hai sobat, pernahkah kamu membayangkan masa lalu kamu? Entah itu masa lalu kamu yang indah maupun masa lalu yang suram alias menyedihkan? Kenangan demi kenangan tentunya kita semua telah mengalaminya. Ada kenangan yang jika kita ingat-ingat kita bias senyum-senyum sendiri, ada pula yang geli rasanya mengingatnya kembali,atau bahkan yang menyedihkan. Misalnya saja kenangan masa kecil, masa-masa remaja, masa kuliah ataupun saat bersama mantan, Ehh hehe.

Dalam menjalani hidup ini tak ada satu hal pun yang kita lalui tanpa proses maupun kenangan. Nah kali ini kenangan soal sebuah kota, sebuah kota terbesar di Provinsi Riau yakni Kota Pekanbaru. Sama halnya seperti kota-kota lain yang teman-teman tinggali saat ini. Banyak kenangan manis maupun pahit yang mungkin sudah dirasakan selama ini.

Terhitung sejak awal mula aku masuk kuliah di Kota Bertuah ini tahun 2011, sudah 6 tahun lamanya aku menghabiskan waktu di kota ini. Berarti seperempat dari total umurku telah aku habiskan disini. Kenangan demi kenangan saat di bangku kuliah tersusun rapi dalam buku-buku kenangan. Cerita indah masa-masa ngekos juga sedikitpun gak luput dari semua cerita itu. Begitu pula cerita-cerita lain yang mungkin hanya aku yang boleh membacanya.

Dan kini, dalam kesempatan beberapa waktu kedepan sedikit demi sedikit aku akun mencoba mengupas kenangan-kenangan itu dalam blog Arda Rokan ini. Agar kedepan kita bias belajar dari masa lalu dan tentunya menjadi pelajaran yang sangat berharga. Amiin.

Monday, 7 August 2017

Embun Pagi di Londen Van Andalas

Semilir udara pagi ini menyapa dengan sejuknya menyusuri kulit ini. Rasanya memang begitu berbeda dan aneh, belum pernah sebelumnya merasakan udara seperti ini. Hal ini menandakan aku ternyata sedang tak berada di Kota Pekanbaru yang terkenal dengan udara panasnya, melainkan aku sedang berada di daerah dengan udara pagi yang sangat dingin, daerah yang memiliki ketinggian 900an mdpl yang membuat udara di kota ini sangat dingin.

Daerah yang terletak pada rangkaian Bukit Barisan yang membujur sepanjang Pulau Sumatera, dan dikelilingi oleh dua gunung berapi, yaitu Gunung Singgalang dan Gunung Marapi. Kota yang memiliki topografi berbukit-bukit dan berlembah, lembah yang dikenal demham Ngarai Sianok dengan kedalaman yang bervariasi yang disasarnya mengalir sebuah sungai.

Kota terbesar kedua di Provinsi Sumatera Barat. Kota yang pernah menjadi Ibukota Indonesia pada masa pemerintahan darurat Republik Indonesia. Kota yang juga pernah menjadi Ibukota Provinsi Sumatera dan Provinsi Sumatera Tengah. Kota yang pada zaman colonial Belanda disebut dengan Fort De Kock dan mendapat julukan sebagai Parijs  Van Sumatera. Kota yang merupakan tempat kelahiran tokoh Proklamator Republik Indonesia, yakni Mohammad Hatta.


Kota wisata, kota yang memiliki maskot terkenal yang disebut dengan Jam Gadang itu adalah Kota Bukittinggi. Sebuah kota yang memiliki luas 25,24 km2 dan dikelilingi oleh Kabupaten Agam inilah saat ini aku berada. Di kota dingin yang berada di provinsi tetangga yakni Sumatera Barat inilah saat ini aku berada. Bukan untuk berwisata ria, bukan juga untuk liburan. Tapi kali ini untuk mengemban status ST yang telah aku jelaskan ditulisanku sebelumnya.

Merantau Ke Negeri Merantau

Assalamualaikum, hai para pengunjung setia Blog Arda Rokan yang tidak seberapa ramai, tapi Alhamdulillah masih menyempatkan berkunjung, hehe. Gimana kabarnya?? Sebelumnya aku pribadi ingin mengucapkan Minal Aidzin Walfaidzin mohon maaf lahir dan batin kepada seluruh pengunjung Blog Arda Rokan dimana pun kamu berada. Semoga kalian selalu diberi kesehatan dan kemudahan dalam menjalani segala aktivitas, Amiin.

Sebelumnya juga aku minta maaf karna baru sempat ngeposting tulisan ini, karna juga baru punya kesempatan menulis nih, hehe. Udah kayak boss besar aja ya aku ini sok sibuk. Tapi emang bener, memang lagi sibuk akhir-akhir ini. Hal pertama bukan lagi disibukkan karena kuliah, tugas-tugas maupun skripsi loh ya, kan kuliah udah kelar, nohh udah terpampang jelas gelar ST. Namun justru gelar ST yang aku emban ini mengharuskan aku untuk menyibukkan diri.

Kesibukan yang harus dan wajib aku laksanakan, apa itu? Hal itu adalah pekerjaan. Bukan lagi tentang tugas dan tanggung jawab soal kuliah, namun saat ini soal pekerjaan yang mesti aku kejar. Nah itulah salah satu yang menyibukkanku akhir-akhir ini. Kemudian masalahnya aku yang masih anget-angetnya lulus belum punya pekerjaan, maka dari itu aku sibukkan diri melamar pekerjaan kesana kemari. Sibuk memenuhi panggilan interview maupun tes psikotes di beberapa perusahaan.

Nahh, itu sebabnya kenapa aku menyatakan diri untuk vakum beberapa saat yang lalu, hehe. Dan saat aku menyempatkan diri menulis tulisan yang singkat ini, aku sedang berada di negeri orang, di tanah rantau, di kota yang memiliki julukan “Londen Van Andalas” yang artinya Londonnya Sumatera, dikarenakan memiliki sebuah mascot berupa jam besar, dimana mesin jam tersebut sama dengan mesin jam Big Ben yang berada di London.

Friday, 21 July 2017

Selamat Datang Para Insinyur Muda

Dua bulan telah berlalu sejak hari itu, tepatnya hari sabtu tanggal 20 Juni 2017. Hari dimana kebahagiaan dan haru bercampur menjadi satu dalam sebuah momen wisuda. Bukan hanya kebahagiaanku saja, namun juga para orang tua, para saudara, orang-orang terdekat dan teman-teman seperjuangan.

Senyum bahagia terpancar jelas di raut wajah mereka pagi itu. Tawa sumringah saat mengenakan baju dan topi toga tak dapat mereka sembunyikan. Dengan penuh percaya diri mereka bersama para orang tua dan saudara hadir pada momen bahagia hari.

Kemudian, sesaat setelah rangkaian acara wisuda selesai, para peserta pun keluar ruangan dan berjejal berhimpit-himpitan mencari orang tua dan saudara mereka yang telah menanti dengan perasaan bahagia. Bahagia menyaksikan putra putri mereka berhasil menyelesaikan studi dan menjadi sebuah kebahagiaan tersendiri bagi setiap orang tua.

Di sisi yang lain, aku juga merasa haru dan bahagia melihat teman-teman seperjuangan yang selama ini sama-sama berjuang, sama-sama begadang dari awal kuliah hingga saat ini, hari ini sama-sama memakai baju dan topi toga. Selamat atas gelar barunya kawan-kawan seperjuangan. Selamat menjadi Insinyur Muda kawan. Semoga momen bahagia itu bisa kembali kita lihat dan rasakan di waktu yang mendatang, Amiin.

-ADCR-

Monday, 17 July 2017

Rasa Secangkir Kopi



Udara sejuk sedikit angin sepoi-sepoi ditambah mentari yang tak begitu menyengat, begitulah kira-kira suasana pagi menjelang siang ini. Dikejauhan sana tampak hamparan awan tipis menggulung diatas dedaunan dan ranting pepohonan di lereng perbukitan menambah asri udara di tempat yang sungguh elok ini.

Di bawah sana membentang luas biru air danau dengan gulungan ombak-ombak kecil, tampak beberapa burung terbang dengan riang gembiranya diatasnya. Begitu juga tampak berkilauan atap rumah penduduk yang terhampar di sepanjang tepi danau yang diterpa matahari.

Melihat dan menikmati keindahan ciptaanNya yang luar biasa menakjubkan, aku duduk sembari meneguk secangkir kopi hitam dari sebuah puncak bukit. Suasana begitu tenang, jauh dari hiruk pikuk dan bising kendaraan sebuah kota. Sebuah kesempatan yang jarang aku jumpai di lingkungan sekitarku. Tempat ini begitu hijau dan juga asri, mungkin sangat indah jika suasana seperti ini berada di sebuah kota.

Ingin rasanya aku berlama-lama memanjakan mata akan semesta ciptaanNya ditempat yang nyaman dan tenang ini, ingin rasanya aku menenangkan pikiran yang terasa jenuh, ingin aku membuang segala semrawutnya isi kepalaku ditempat ini. Namun sayang, segelas kopi panasku telah dingin, segala sesuatunya telah terjadi dan tak mungkin waktu terulang kembali, aku percaya hanya kehendakMu lah yang bisa melukis keindahan itu kembali.

Sunday, 4 June 2017

Graduation Day

Pagi ini hari sabtu tanggal 20 mei 2017, aku duduk di deretan kursi diantara 1297 peserta wisuda di dalam gedung GOR Universitas Islam Riau. Aku duduk di barisan kira-kira seperempat barisan paling depan bersama teman-teman dari Fakultas Teknik.

Terlihat di atas tribun sebelah kiri belakang kedua orang tuaku duduk diantara ribuan orang tua seluruh peserta wisuda, menyaksikan dengan hikmat serangkaian acara wisuda sarjana ke-72 dan pascasarjana ke-35 di dalam gedung GOR Universitas Islam Riau ini.

Aku tidak bisa meluapkan perasaan gembira bercampur haru di dalam hati ini. Bagaimana tidak, diantara ribuan mahasiswa, hari ini aku menjadi salah satu peserta wisuda. Setelah sekian lama aku duduk menimba ilmu, dari mulai bangku Sekolah Dasar hingga di bangku perkuliahan ini, hari ini aku bisa mengenakan baju dan topi toga di hari yang bersejarah ini.

Setelah perjalanan panjang di dunia pendidikan, setelah menghabiskan waktu 17 tahun lebih menimba ilmu, akhirnya aku bisa menyelesaikan studi Strata Satu ku dengan gelar Sarjana Teknik (ST). Sebuah title yang tak bisa diraih begitu saja dengan mudah. Perlu perjuangan, pikiran, waktu, biaya serta kesabaran lebih untuk memperolehnya.

Terima kasih ya Allah. Terima kasih untuk Ayahanda dan Ibunda tercinta yang telah setia selalu menghantarkanku menjadi seorang Insinyur.

(GOR Volly UIR, 20 Mei 2017 – ARDA DWI CAHYO RUSPIANOF, ST)

Thursday, 1 June 2017

Arda Dwi Cahyo Ruspianof, ST

“Arda Dwi Cahyo Ruspianof, IPK 3,08” dengan lantang namaku dipanggil. Dengan percaya diri aku melangkahkan kaki dan berjalan dengan tenang menuju ke atas podium utama di dalam Gor Volly Indoor Universitas Islam Riau.

Di atas podium tersebut telah ada dua orang petinggi Universitas Islam Riau yang siap menyambutku. Yang pertama, dia adalah Ir. H. Abdul Kudus Zaini, MT, yang merupakan Dekan Fakultas Teknik. Tepat di hadapan beliau aku langsung menundukkan kepala, beliau pun langsung memindahkan ujung tali toga di peci toga yang aku kenakan ke sebelah kanan. Kemudian kami berjabat tangan.

Kemudian saat itu juga aku bergeser satu langkah ke sebelah kiri, disana ada Prof. Dr. Ir. H. Sugeng Wiyoni, MMT, IP-U, beliau adalah Wakil Rektor IV UIR dan sekaligus dosenku di Program Studi Teknik Sipil. Beliau memberikan sebuah buku berlambang Universitas Islam Riau yang merupakan ijazah sementara. Dengan sigap aku terima da berjabat tangan.

Pemindahan tali toga itulah yang merupakan seremonial pengesahan dari perjuanganku selama ini di Fakultas Teknik. Dengan demikian namaku telah resmi bertambah menjadi Arda Dwi Cahyo Ruspianof, ST. Alhamdulillah, terima kasih ya Allah. Awal perjuangan baru dimulai. Bismillahhirrahmanirrahim.